Home » Kara Ben Nemsi V: Dari ke Bagdad ke Stambul by Karl May
Kara Ben Nemsi V: Dari ke Bagdad ke Stambul Karl May

Kara Ben Nemsi V: Dari ke Bagdad ke Stambul

Karl May

Published 2009
ISBN :
Paperback
264 pages
Enter the sum

 About the Book 

Ketika saya tiba di sana, hari sudah hampir malam. Tak ada kepastian bahwa saya akan memperoleh keterangan yang bermanfaat karena gaya bangunan Negeri Timur yang menghadap ke dalam, tak seperti rumah-rumah di kampung halaman saya. Dengan demikian, keadaan di jalan-jalan kurang diperhatikan ketimbang di Negeri Barat. Tetapi saya melihat beberapa yang orang penghuni kota yang “kurang beruntung” dan tersisih dari sentuhan kemanusiaan, serta sangat bergantung pada belas kasihan manusia: para penderita kusta. Terbungkus pakaian compang camping, mereka berbaring agak jauh dari jalan dan sudah memanggil-manggil saya dari kejauhan agar memberi sedekah kepada mereka.Di balik pilar kembar, terdapat suatu lubang atau pintu masuk terowongan yang membangkitkan rasa ingin tahu saya. Seperti apa keadaannya di dalam lorong-lorong bawah tanah ini? Suatu lorong yang disinari cahaya obor ketika persembahan kepada Baal sedang disembelih? Tak ada salahnya untuk berjalan beberapa langkah ke dalam lorong. Jika saya hanya pergi sejauh yang dapat ditembus oleh siar matahari, saya pasti takkan apa-apa.Ya, Tuhan! Saya kenal suara itu! Siapa pun pernah mendengarnya takkan bisa melupakan nadanya yang dingin, tajam, dan keras. Yang duduk di hadapan saya tak lain dan tak bukan adalah Abrahim Mamur, orang yang ingin kami tangkap. Apa harus saya jawab? Mengapa tidak? Dalam kegelapan seperti ini, tak mungkin saya menunjukkan kepadanya bahwa saya diam bukan karena takut tetapi karena melecehkannya. Saya tahu bahwa saya tak bisa mengharapkan sesuatu yang baik, tetapi saya tak takut dan saya memutuskan untuk tak memohon, meskipun hanya sepatah kata.Setelah bunyi-bunyian ini, para derwis mempertontonkan berbagai gerakan membungkuk dan gerakan aneh, kadangkala kepada satu sama lain, kadangkala kepada pemimpin mereka. Mereka berayun-ayun dari kanan ke kiri, dari belakang ke depan, dengan kaki ditekuk. Mereka memutar bagian atas tubuh dalam gerakan memutar dari pinggul, menoleh-nolehkan kepala, menggoyang-goyangkan tangan, meremas-remas tangan, bertepuk tangan, menjatuhkan diri ke lantai dan memukulkan topi kerucut mereka ke lantai hingga menimbulkan bunyi yang keras.